Warganet Keluhkan Cuaca Panas hingga Trending Topic, Tembus 34 Ribu Lebih Tweet : Okezone techno

JAKARTA – Beberapa daerah di Indonesia nampaknya masih mengalami kondisi suhu panas, warganet pun mengeluh hingga menjadi Trending Topic di media sosial Twitter.

Pantuan Okezone, sampai berita ini diterbitkan, setidaknya sudah ada 34,9 ribu kicauan perihal “Panas” di mana warganet mengungkapkan rasa gerah mereka akibat kondisi ini.

“Buset keluar kamar kayak masuk neraka, panas bener,” cuit warganet @sweetes***.

“Siang ini, di kos ada pengalaman yang cukup familiar, hawa panas. Ada tetangga yang bakar-bakar sampah, benar-benar nostalgia kebakaran hutan. Vibesnya itu dapet banget,” ungkap @minkemellem***.

“Gue niatnya pengen panjangin rambut, tapi kalo cuaca panas kesetanan gini mending cukur aja dah anjir,” tweet @nakula***.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, jika suhu panas terik yang akhir-akhir ini terjadi, hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 01-07 Mei 2022 berkisar antara 33-36.1 derajat Celcius dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 derajat Celcius,” kata BMKG.

Kondisi tersebut, terjadi di wilayah Jabodetabek, sampai wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara serta yang berad di selatan ekuator pada perodei April-Mei 2022.

Disebutkan, suhu maksimum tertinggi di Indonesia pernah berlangsung pada April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8 derajat Celcius di Palembang pada 2019. Sedangkan, di bulan Mei sekitar 38.8 derajat Celcius di Temindung Samarinda pada 2018.

Fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut, dipicu oleh beberapa hal sebagai berikut:

1. Posisi semu Matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, di mana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

Baca Juga :  Apple Konfirmasi Gelaran WWDC 2022 Berlangsung Hybrid, Hadirkan Inovasi Baru : Okezone techno

2. Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut, dapat mengoptimumkan penerimaan sinar Matahari di permukaan Bumi, sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.

Sementara itu, BMKG menegaskan bahwa suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukanlah fenomena Gelombang Panas seperti kabar miring yang beredar.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), Gelombang Panas atau dikenal dengan “Heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih secara berturut-turut, di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat Celcius atau lebih.

Fenomena gelombang panas ini, biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Sedangkan, yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

“Kewaspadaan kondisi suhu panas/terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei,” ungkap BMKG.