Sains Buktikan Bumi dan Langit Awalnya Menyatu, Seperti Termuat di Alquran : Okezone techno

JAKARTAAlquran dan sains menjelaskan segala sesuatu yang ada di Bumi, mulai air, tanah, tumbuhan, hewan, langit, hingga manusia. Proses terbentuknya Bumi pun juga bisa diterangkan.

Seperti dikutip dari buku ‘Tafsir Ilmu: Kepunahan Makhluk Hidup dalam Persfektif Alquran dan Sains’ karya Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, diterangkan tentang awal mula kemunculan dan perkembangan makhluk hidup di Bumi.

Beberapa ayat berikut membahas tentang proses pemisahan langit dan bumi, bagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, meluaskan langit, menghamparkan bumi, memancangkan di atasnya gunung-gunung.

Kemudian menurunkan hujan sehingga tanam-tanaman dapat tumbuh, menebarkan di atasnya beragam makhluk melata, serta mengeluarkan sesuatu yang hidup dari sesuatu yang mati dan sebaliknya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

A wa lam yarallazina kafaru annas-samawati wal-arda kanata ratqan fa fataqnahuma, wa ja’alna minal-ma’i kulla syai’in hayy, a fa la yu’minun

Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS Al Anbiya Ayat 30)

Di dalam surat tersebut menjelaskan bahwa dulu bumi dan langit adalah satu. Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala pisahkan keduanya dan masing-masing menjadi suatu ruang yang berbeda. Kemudian diciptakannya air untuk menghidupkan seluruh makhluk hidup.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Baca Juga :  Apple Luncurkan Program Self Sevice Repair, Pengguna Bisa Perbaiki iPhone Sendiri : Okezone techno

Was-sama’a banainaha bi’aidiw wa inna lamusi’un

Artinya: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.” (QS Az Zariyat Ayat 47)

Kemudian di dalam salah satu Surah Az Zariyat. Ayat ini membahas tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan langit yang semula bersatu dengan bumi, dan hanya Allah Yang Maha Kuasa.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Wal-araa madadnaha wa alqaina fiha rawasiya wa ambatna fīha ming kulli zaujim bahij

Artinya: “Dan bumi yang kami hamparkan dan kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh dan kami tumbuhkan di atasnya tanaman yang indah.” (QS Qaf Ayat 7)

Selanjutnya dalam Surah Qaf diterangkan bahwa bumi memang telah diciptakan begitu indah. Allah Subhanahu wa ta’ala menciptakan beraneka macam tumbuhan serta pegunungan yang memesona.

Menurut penelitian ilmu sains yang juga senada dengan keterangan di kitab suci Alquran, bumi tercipta dalam tiga periode, yakni:

1. Eon

Periode eon berikutnya pada 3,9 sampai dengan 2,5 miliar tahun yang lalu, dikenal dengan Archaean adalah segmen waktu yang menandai meluasnya kerak bumi yang membeku. Eon Archaean meliputi rentang masa yang mencapai sepertiga dari sejarah bumi.

2. Perm

Ini adalah masa atau periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 299,0 ± 0,8 hingga 251,0 ± 0,4 juta tahun lalu. Periode ini merupakan periode terakhir, yaitu dalam era Paleozoikum.

3. Devon

Periode devon dicirikan pula dengan pesatnya perkembangan jenis tumbuhan di daratan, sebagai tambahan atas jenis-jenis lumut dan tanaman rawa yang telah ada sejak zaman sebelumnya.

Baca Juga :  2 Anak Yatim Berjuluk Google Alquran Sempat Viral, Hafal 30 Juz : Okezone techno