Kaspersky Masuk Daftar Hitam di AS, Dinilai sebagai Gangguan Keamanan : Okezone techno

JAKARTA – Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS) memasukkan perusahaan keamanan siber Kaspersky ke daftar hitam, karena dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Dikutip dari Engadget, Senin (28/3/2022), disebutkan bahwa langkah ini menandai pertama kalinya FCC memasukkan perusahaan Rusia ke daftar hitam.

Dengan masuknya Kaspersky ke dalam daftar hitam, perusahaan-perusahaan AS tidak lagi dapat menggunakan dana subsidi dari FCC senilai US$ 8 miliar (Rp 114 triliun) untuk membeli produk dan layanan Kaspersky.

Namun, Komisaris FCC Brendan Car mengatakan keputusan itu akan membantu AS mengamankan jaringannya dari ancaman spionase yang ditimbulkan oleh entitas yang didukung negara Rusia.

Sebelumnya, Otoritas Keamanan Siber Jerman (BSI) juga telah memperingatkan agar tidak menggunakan antivirus buatan perusahaan Rusia Kaspersky.

BSI merekomendasikan agar produk anti-virus Kaspersky diganti dengan alternatif lain.

Sebagai tanggapan, CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky menganggap boikot yang diterima perusahaannya bersifat politis dan dibuat-buat.

Eugene menyebut tuduhan itu sebagai pernyataan yang tidak berdasar. Karena tidak ada bukti bahwa produk Kaspersky berbahaya.

“Tanpa merinci, saya dapat mengatakan bahwa klaim ini adalah spekulasi yang tidak didukung oleh bukti objektif atau menawarkan detail teknis apa pun,” kata Eugene.

“Tidak ada bukti penggunaan atau penyalahgunaan Kaspersky untuk tujuan jahat yang pernah ditemukan dan dibuktikan dalam sejarah perusahaan selama dua puluh lima tahun,” lanjutnya.

(amj)

Baca Juga :  Al-Qur'an dan Sains Jelaskan Proses Letusan Gunung Berapi Sebagai Tanda Kiamat Kecil : Okezone techno