Ilmuwan Berhasil Menemukan Bagian Tubuh Manusia Baru, Bersembunyi di Paru-paru : Okezone techno

JAKARTA – Sejumlah ilmuwan berhasil menemukan jenisnya sel baru yang mengintai di saluran udara paru-paru manusia, teksturnya halus dan bercabang.

Diadaptasi dari Live Science, Senin (11/4/2022), sel-sel yang baru ditemukan ini disebut-sebut berperan penting dalam menjaga sistem pernapasan agar tetap berfungsi dengan baik.

Bahkan, dianggap mampu menginspirasi pengobatan baru untuk membalikkan efek penyakit tertentu yang berhubungan dengan merokok.

Sel-sel ini, yang dikenal sebagai sekretori jalan napas pernapasan (Respiratory airway secretory/RAS), ditemukan di saluran bercabang kecil di paru-paru, yang dikenal sebagai bronkiolus, di mana mereka berakhir dengan alveoli, kantung udara kecil yang menukar oksigen dan karbon dioksida dengan aliran darah.

Sel RAS ini dianggap mirip dengan sel punca, sel yang dapat berdiferensiasi menjadi jenis sel lain di dalam tubuh, dan mampu memperbaiki sel alveolus yang rusak dan berubah menjadi sel baru.

Namun, para peneliti menemukan sel RAS setelah menghadapi keterbatasan dengan mengandalkan paru-paru tikus sebagai model untuk sistem pernapasan manusia.

Namun, karena perbedaan tertentu antara keduanya, para ilmuwan telah berusaha untuk mengisi beberapa kesenjangan dalam pengetahuan tentang paru-paru manusia.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan ini pada tingkat sel, tim mengambil sampel jaringan paru-paru dari donor manusia yang sehat dan menganalisis gen dalam sel individu, mengungkapkan sel RAS yang sebelumnya tidak diketahui.

“Sudah lama diketahui bahwa saluran udara paru-paru manusia berbeda dari tikus. Tetapi teknologi baru-baru ini memungkinkan kita untuk mengambil sampel dan mengidentifikasi jenis sel yang unik,” kata seorang profesor di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania. , Edward Morrisey.

Tim juga menemukan sel RAS pada musang, yang sistem pernapasannya lebih mirip dengan manusia daripada tikus.

Baca Juga :  5 Cara Memperkuat Sinyal WiFi, Salah satunya Ganti Password : Okezone techno

Akibatnya, kata Morrisey, para peneliti menduga bahwa sebagian besar mamalia dengan ukuran yang sama atau lebih besar cenderung memiliki sel RAS di paru-paru mereka.

fungsi RAS

Sel RAS melayani dua fungsi utama di paru-paru. Pertama, mereka mengeluarkan molekul yang mempertahankan lapisan cairan di sepanjang bronkiolus, membantu mencegah saluran udara kecil dari kolaps dan memaksimalkan efisiensi paru-paru.

Kedua, mereka dapat bertindak sebagai sel progenitor untuk sel alveolus tipe 2 (AT2), jenis alveolus khusus yang mensekresi bahan kimia yang sebagian digunakan untuk memperbaiki alveolus lain yang rusak.

Sel progenitor sendiri, adalah sel yang memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi jenis sel lain, mirip dengan cara sel punca berdiferensiasi menjadi sel lain.

“Sel RAS yang kita sebut sebagai fakultatif progenitor, artinya berperan sebagai sel progenitor dan juga memiliki peran fungsional penting dalam menjaga kesehatan saluran napas. Artinya, sel RAS berperan penting dalam menjaga kesehatan paru-paru,” jelasnya.

Para peneliti berpikir sel RAS mungkin memainkan peran kunci dalam penyakit yang berhubungan dengan merokok, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

PPOK adalah hasil dari peradangan saluran udara di dalam paru-paru, yang dapat disebabkan oleh merokok dan, terkadang, polusi udara.

Peradangan saluran udara mempersulit paru-paru untuk mengambil oksigen yang cukup dengan benar, sehingga COPD memiliki gejala yang mirip dengan asma.

PPOK juga dapat menyebabkan emfisema, di mana alveoli dihancurkan secara permanen, dan bronkitis kronis, batuk yang berlangsung lama dan intens yang biasanya disertai dengan dahak yang berlebihan.

Menurut WHO, setiap tahun lebih dari 3 juta orang di dunia meninggal karena PPOK. Secara teori, sel RAS harus mencegah, atau setidaknya meringankan, efek COPD dengan memperbaiki alveoli yang rusak.

Baca Juga :  Langkah Mudah Bersihkan Motherboard Laptop Sendiri dengat Alat Sederhana : Okezone techno

Namun, para peneliti menduga bahwa merokok dapat merusak, atau bahkan menghancurkan sama sekali, sel-sel baru yang menyebabkan penyakit seperti PPOK.

Pasien dengan PPOK sering diberi resep obat antiinflamasi atau terapi oksigen untuk meredakan gejalanya. Namun, ini hanya solusi sementara dan tidak melakukan apa pun untuk membalikkan kerusakan paru-paru.

Sel RAS memiliki potensi untuk digunakan untuk meningkatkan pengobatan atau bahkan menyembuhkan PPOK, jika peneliti dapat memanfaatkan sifat regeneratif sel-sel ini dengan benar.

“Kami benar-benar tidak tahu apakah temuan ini dapat mengarah pada pengobatan potensial untuk COPD. Tetapi, karena COPD adalah penyakit yang hanya sedikit kami ketahui, setiap wawasan baru akan membantu bidang ini mulai memikirkan pendekatan terapeutik baru yang dapat mengarah pada pengobatan yang lebih baik. pengobatan. Lebih baik,” katanya.