Astronom Temukan Sinar Laser Super Kuat di Luar Angkasa : Okezone techno

JAKARTA – Tim ahli astronomi Laser gelombang radio internasional ditemukan di luar angkasa yang begitu kuat sepanjang sejarah, mereka dikenal sebagai megamaser.

Dipimpin oleh Marcin Glowacki, tim astronom mengatakan bahwa megamaser ini adalah yang paling jauh yang pernah diamati, pada jarak 5 miliar tahun cahaya dari Bumi, di mana cahayanya dapat menembus jarak 58.000 miliar miliar kilometer.

Glowacki dan tim mengamati megamaser ini menggunakan teleskop MeerKAT milik South African Radio Astronomy Observatory. MeerKAT adalah singkatan dari Karoo Array Telescope, didahului oleh kata Afrikaans untuk “lebih.”

“Ini adalah megamaser hidroksil pertama yang diamati MeerKAT. Megamaser tercipta ketika dua galaksi saling bertabrakan,” kata Glowacki, dikutip dari CNN, Senin (18/4/2022).

“Ketika galaksi bertabrakan, gas yang dikandungnya menjadi sangat padat dan dapat memicu pancaran cahaya terkonsentrasi untuk menembak keluar,” jelasnya.

Glowacki dan tim menjuluki megamaser ini sebagai Nkalakatha. Dalam bahasa Zulu, bahasa Bantu orang Zulu di Afrika Selatan, artinya “bos besar”.

Para astronom mendeteksi megamaser pada malam pertama survei yang berlangsung lebih dari 3.000 jam waktu pengamatan menggunakan MeerKAT.

“Sungguh mengesankan, hanya dengan satu malam pengamatan, kami telah menemukan megamaser yang memecahkan rekor. Ini menunjukkan betapa bagusnya teleskop itu,” kata Glowacki.

Teleskop MeerKAT yang terletak di wilayah Karoo, Afrika Selatan saja mencakup 64 antena radio dan telah beroperasi sejak Juli 2018. Teleskop kuat ini peka terhadap cahaya radio yang redup.

MeerKAT adalah pendahulu dari Square Kilometer Array lintas benua, atau SKA, teleskop yang sedang dibangun di Afrika Selatan dan Australia. Array tersebut akan mencakup ribuan antena dan hingga 1 juta antena frekuensi rendah dalam upaya membangun teleskop radio terbesar di dunia.

Baca Juga :  Koleksi Ponsel Xiaomi untuk Lebaran 2022, Ada yang Turun Harga : Okezone techno

Menyusul temuan ini, Glowacki mengatakan dia akan terus menggunakan MeerKAT untuk mengamati area sempit di langit secara dekat dan mencari elemen yang sama yang memata-matai megamaser. Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana alam semesta berevolusi.

“Kami memiliki pengamatan lanjutan dari megamaser yang direncanakan dan berharap untuk membuat lebih banyak penemuan,” kata Glowacki.

(amj)