Al-Qur’an dan Sains, Ungkap Rahasia Nabi Agar Terhindar dari Penyakit, Termasuk Makanan: Okezone techno

JAKARTAPenyakit Apa yang menimpa manusia disebabkan oleh banyak hal, di antaranya tubuh yang kurang fit dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Misalnya penyakit jantung, biasanya disebabkan oleh peningkatan kolesterol karena terlalu banyak makan makanan berlemak atau karena kegemukan.

Dikutip dari Buku Pintar Ilmu Dalam Al-Qur’an Memahami Keajaiban Ilmiah Firman Allah, oleh Dr Nadiah Thayyarah, oleh karena itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam telah lama mengajarkan untuk menjaga pola makan yang seimbang.

Sebagaimana diriwayatkan dari Imam At-Tirmidzi yang meriwayatkan dari Ibnu Umar:

“Seorang laki-laki bersendawa di depan Rasulullah. Dia kemudian berkata, ‘Hentikan sendawamu dari kami, karena orang yang paling kenyang di dunia, dia akan menjadi orang yang paling lama lapar di hari kiamat. ‘.”

Artinya, makan berlebihan sangat tidak baik untuk kesehatan. Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam tidak menyukai orang yang terlalu kenyang (makan), kemudian bersendawa di depan orang lain, karena dianggap tidak sopan.

Dia menceritakan:

“Bencana pertama yang menimpa umat ini setelah masa Nabi adalah rasa kenyang. Jika perut suatu kaum sudah kenyang, maka tubuh mereka akan menjadi liar.” (HR.Bukhori)

Jika ingin hidup sehat, Anda bisa meniru atau menerapkan kebiasaan Nabi setiap kali ingin makan.

“Bukan anak Adam yang mengisi bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam makan beberapa suap saja untuk meluruskan tulang punggungnya. Jika tidak, maka jadikan perutnya sepertiga untuk makanan, sepertiga lagi. untuk minum, dan sepertiga lagi untuk udara yang dia hirup.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Mungkin sebagian orang hanya mengetahui jika ilmu gizi ditemukan dan dikembangkan oleh para ilmuwan mutakhir. Ternyata Allah Subhanahu wa ta’ala telah menyusun ilmu kesehatan dan gizi dalam satu ayat yang hanya terdiri dari tiga kalimat.

Baca Juga :  Al-Qur'an dan Sains Jelaskan Proses Letusan Gunung Berapi Sebagai Tanda Kiamat Kecil : Okezone techno

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

اٰدَمَ ا لِّ لُوْا ا لَا ا

“Hai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang baik pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan..” (QS Al A’raf: 31)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam ternyata memiliki menu yang berbeda setiap kali makan. Menurut Ibnu Abi Umar dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari ‘Urwah, dari Aisyah, Rasulullah SAW diketahui makan madu untuk sarapan. Selain madu, Rasulullah juga mengkonsumsi air dingin.

“Minuman yang paling sering diminum Nabi adalah air dingin yang manis, asalnya dari air dingin yang dicampur dengan madu.”

Kemudian untuk menu makan siang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mengkonsumsi minyak zaitun. Jadi, apapun yang dia makan di siang hari, Rasul akan menambahkan minyak zaitun ke dalamnya.

“Tambahkan minyak zaitun ke dalam diet Anda dan gunakan untuk memijat tubuh Anda.” (HR Tirmidzi)

Lalu, apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam sudah makan malam? Jawabannya iya. Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang melewatkan makan malam, maka tubuhnya akan lemas.”

Namun, apa saja menu makanannya? Diketahui bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam memakan roti dan susu sebagai menu makan malamnya. Menurutnya, makan malam penting karena dapat memberikan vitamin dan energi bagi tubuh.